Perbedaan Bareksa.com dan Ipotfund

Hallo teman-teman, sudah lama nggak posting disini gara-gara skripsi dan berbagai error kerjaan. Tapi syukurlah semua sudah kulalui dengan sukses. Sebenarnya lama gak ngeblog bukan karena sibuk, tapi karena belum ada inspirasi mau sharing tentang apa. It’s okay, tiba-tiba aja iseng pengen sharing tentang reksadana (lagi). Jadi ceritanya gini, saya kan pernah sharing untuk membuka akun di ipotfund.com dan sukses saya gunakan untuk berinvestasi sampai sekarang. Tapi saya penasaran aja gitu apakah ada portal lain dengan sistem yang lebih bagus, yah minimal sama lengkapnya dengan ipotfund. Maka ketemulah dengan bareksa.com, didirikan sudah lama yaitu pada 17 Februari 2013 cuma memang saya baru tau aja.

Bedanya?

bareksa-ipotfund

Kalau melihat dari segi layanan, perbedaan bareksa.com dan ipotfund tidak banyak yaitu transaksi reksadana online (bisa juga disebut marketplace dimana pengguna mendapat beragam pilihan produk), transaksi saham, berita dan analysis dan layanan keuangan lainnya.

pros and cons bareksa.com

Bareksa.com menurut saya lebih berorientasi kepada pengguna yang gak mau ribet. Ini jelas saya rasakan pada saat pendaftaran akun. Saya hanya perlu mengisi formulir biodata meliputi identitas, penghasilan per tahun, rekening bank dan profil resiko. Identitas pun harus disertai scan/foto KTP dan untuk rekening bank cukup dengan scan/foto halaman buku rekening. Sedangkan profil resiko dipermudah dengan memberikan 3 opsi profil resiko tanpa harus mengisi kuisioner yang banyak.

 

[UPDATE]

Kalau mau tau cara jualnya lihat Perbandingan Proses Jual Reksadana Ipotfund – Bareksa
 

abhiemanyu

 

11 thoughts on “Perbedaan Bareksa.com dan Ipotfund

    1. Setau saya sih memang wajib, tapi ada yang bilang juga tergantung broker, tapi pengalaman saya sih memang wajib

    2. Gak wajib kok, tp harus ada ktp orang tua (ayah). jika sumber penghasilan masih dr org tua (belum kerja)
      saya udah buka di IPOT

      pertama pake punya ibu gabisa, suruh ganti punya ayah.

      1. Terima kasih infonya, karena saya asumsikan bagi yang sudah memiliki penghasilan sendiri. Tapi bagus juga untuk yang masih kuliah atau yang belum punya penghasilan.

    3. ane pas daftar di bareksa & di klikmami ga pake npwp (saat itu masih kuliah, kalo di klikmami ditelfon, kalo di bareksa cukup cantumkan ya istilahnya sih “masih dikasih ortu”)

  1. Gan, kalau di bareksa biasanya ada biaya transfer dari rekening pribadi (Bank Mandiri) ke bank kustodi (biasanya Bank BCA). Nah kalau di IPOTFUND ada biaya transfer dari rekening pribadi ke RDI gak? RDI di IPOTFUND bank apa gan?Terima kasih.

    1. RDI di IPOTFUND pake BCA, kebetulan rekening pribadi ane juga BCA, pastinya tidak ada biaya transfer kalo ane transfer dari rekening pribadi ke rekening RDI. Biasanya sih ane transfer sebulan sekali sekaligus untuk belanja reksadana.

  2. Kalo Dibareksa Ribet Verifikasi E-KTPnya, pengalaman saya  sih pernah buka account Bareksa tapi direject pas verifikasi gara2 e-KTP saya tidak tercantum di  disdukcapil katanya setelah di cek oleh KSEI, tapi setelah saya cek di disdukcapil  bogor  ada tuh..

    mending IPOT verifikasi accountnya dicantum foto selfie kita sama KTPnya jadi dah langsung confirmed.

    1. Nah, kalo sudah bisa daftar di ipot, kan dapet SID (semacam identitas sebagai investor), itu kalo daftar ke bareksa jadi lebih mudah karena verifikasinya sudah pake SID itu tadi.

      Terima kasih atas sharing pengalamannya.

  3. Justru yang bikin ribet, pas mau beli reksadana yg bank kustodiannya beda dgn rek pribadi kita, tiap mau beli kena bea transfer …

    1. Mungkin itu salah satu alasan kenapa portal reksadana lebih memudahkan. Coba deh liat sekarang, kita bisa beli reksadana melalui online shop juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *