Perbedaan Bareksa.com dan Ipotfund

Kalau pendaftaran semudah itu lalu bagaimana selanjutnya? Menurut pengalaman saya, saya mendaftar hari kamis dan hari senin saya sudah dapat bertransaksi. Hal ini mungkin karena sebelumnya saya sudah terdaftar sebagai investor dan memiliki SID (Single Investor Identifier), jika baru pertama kali berinvestasi dan belum memiliki SID mungkin perlu verifikasi dulu.

Karena masih baru punya akun, jadi saya masih menjelajahi dulu nih fitur-fitur di bareksa.com. Tidak adil memang, belum mengetahui seluruhnya sudah bikin postingan pros n cons. Tapi gak papa lah, saya kan juga tipikal orang Indonesia yang ngomong dulu baru nyoba haha. At least saya tidak menjelek-jelekan hehe.

Satu hal mungkin yang sempat bikin saya bingung, yaitu ketika saya mau beli produk reksadana, bayarnya gimana? Soalnya selama ini di ipotfund kan saya transfer dari rekening pribadi ke rekening dana investor (RDI), nah kalo mau beli reksadana bayarnya lewat RDI itu. Nah kalo di bareksa.com beda, jadi kalo kita beli reksadana, transfernya langsung ke bank kustodi produk reksadana tersebut. Setelah transfer, WAJIB konfirmasi dulu bisa lewat web atau Whatsapp dengan mengirimkan bukti transfer. Hmm, ini termasuk kelebihan atau kekurangan ya, tergantung sudut pandang sih.

[updated] Bareksa juga punya aplikasi mobile untuk Android dan iOS.

Sudah lama setelah saya beli produk reksadana di Bareksa, pas kemarin saya buka halaman bareksa.com eh sudah ada aplikasi mobile untuk Android dan iOS. Langsung saja saya install di smartphone android saya dan coba untuk transaksi. Berikut adalah review saya menggunakan aplikasi mobile Bareksa

  • Setelah login sukses, di halaman Home akan menampilkan informasi singkat tentang nilai investasi portofolio dan juga rekomendasi produk reksadana. (Saya baru punya 2 produk reksadana yang saya beli melalui bareksa, saya lebih sering transaksi di indopremier. Alasannya karena saya hanya sekali deposit ke RDI kemudian bisa transaksi beberapa produk sekaligus, kalo di bareksa kan misal beli beberapa produk maka langsung transfer satu-per-satu ke rekening bank kustodian produk tersebut. Gak begitu ribet sih jika anda pake internet banking, tapi yah itu hanya hal yang subjektif)
  • Bagusnya di aplikasi Bareksa, ada fitur Simulasi yang secara spesifik menggambarkan nilai investas anda pada produk tertentu, di Indopremier juga ada sih cuma saya gak pernah nyoba. Di Bareksa semua ditampilkan dengan serba sederhana tapi tidak mengurangi esensi dari informasi yang memang ingin kita dapatkan. Dan dari simulasi tersebut langsung ada tombol Beli yang bisa digunakan untuk membeli produk tersebut.
  • Di halaman Produk, Bareksa menampilkan Top Produk yaitu produk-produk yang persentase keuntungannya sedang tinggi-tingginya di setiap kategori reksadana baik itu Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham dan Reksadana Campuran. Dan tentu saja kita juga bisa mencari produk-produk reksadana lainnya dengan mudah.
  • Namun beberapa bug atau kelemahan aplikasi Bareksa (yang saya alami) yaitu ketika saya selesai transaksi dan melakukan Konfirmasi Pembayaran, ketika akan meng-upload bukti transaksi aplikasi selalu gagal menampilkan bukti transaksi. Akhirnya saya konfirmasi manual seperti biasa melalui Whatsapp. Mungkin karena ini masih versi awal jadi bug-bug seperti ini masih akan ada.

Kalo Indopremier punya IpotGO.

Aplikasi mobile Indopremier ada banyak (di Google play maupun di AppStore), tapi saya baru nyoba IpotGO, karena cuma itu yang ada hubungannya sama reksadana. Untuk fiturnya memang jauh lebih lengkap daripada aplikasi Bareksa, TAPI lengkap bukan berarti lebih mudah. Ketika menggunakan aplikasi berbasis smartphone, hal pertama yang saya perhatikan adalah kemudahan, informasi singkat tapi sesuai kebutuhan dan yang penting tidak lemot.

Secara sekilas mungkin bisa disimpulkan bahwa tampilannya sama persis dengan tampilan di web. Ya memang, kalo Bareksa tampilannya sederhana dengan tampilan font yang besar, tidak banyak text atau informasi yang tidak perlu, sedangkan di IpotGO sebaliknya, menampilkan sebanyak mungkin informasi dengan text kecil-kecil dan yah…sama dengan webnya. Bukan berarti jelek sih tapi saya memang lebih suka transaksi di web daripada di aplikasi mobilenya.

 

Sementara itu dulu, masih mau belajar lagi…

Untuk tutorial pendaftaran di ipotfund, silahkan lihat disini

 

abhiemanyu

 

11 thoughts on “Perbedaan Bareksa.com dan Ipotfund

    1. Setau saya sih memang wajib, tapi ada yang bilang juga tergantung broker, tapi pengalaman saya sih memang wajib

    2. Gak wajib kok, tp harus ada ktp orang tua (ayah). jika sumber penghasilan masih dr org tua (belum kerja)
      saya udah buka di IPOT

      pertama pake punya ibu gabisa, suruh ganti punya ayah.

      1. Terima kasih infonya, karena saya asumsikan bagi yang sudah memiliki penghasilan sendiri. Tapi bagus juga untuk yang masih kuliah atau yang belum punya penghasilan.

    3. ane pas daftar di bareksa & di klikmami ga pake npwp (saat itu masih kuliah, kalo di klikmami ditelfon, kalo di bareksa cukup cantumkan ya istilahnya sih “masih dikasih ortu”)

  1. Gan, kalau di bareksa biasanya ada biaya transfer dari rekening pribadi (Bank Mandiri) ke bank kustodi (biasanya Bank BCA). Nah kalau di IPOTFUND ada biaya transfer dari rekening pribadi ke RDI gak? RDI di IPOTFUND bank apa gan?Terima kasih.

    1. RDI di IPOTFUND pake BCA, kebetulan rekening pribadi ane juga BCA, pastinya tidak ada biaya transfer kalo ane transfer dari rekening pribadi ke rekening RDI. Biasanya sih ane transfer sebulan sekali sekaligus untuk belanja reksadana.

  2. Kalo Dibareksa Ribet Verifikasi E-KTPnya, pengalaman saya  sih pernah buka account Bareksa tapi direject pas verifikasi gara2 e-KTP saya tidak tercantum di  disdukcapil katanya setelah di cek oleh KSEI, tapi setelah saya cek di disdukcapil  bogor  ada tuh..

    mending IPOT verifikasi accountnya dicantum foto selfie kita sama KTPnya jadi dah langsung confirmed.

    1. Nah, kalo sudah bisa daftar di ipot, kan dapet SID (semacam identitas sebagai investor), itu kalo daftar ke bareksa jadi lebih mudah karena verifikasinya sudah pake SID itu tadi.

      Terima kasih atas sharing pengalamannya.

  3. Justru yang bikin ribet, pas mau beli reksadana yg bank kustodiannya beda dgn rek pribadi kita, tiap mau beli kena bea transfer …

    1. Mungkin itu salah satu alasan kenapa portal reksadana lebih memudahkan. Coba deh liat sekarang, kita bisa beli reksadana melalui online shop juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *